
Sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia periklanan tentu saja kita wajib mengerti bagaimana struktur organisasi dalam bidang periklanan tersebut khususnya yang berjalan di Indonesia. Hal ini bertujuan agar mampu mengerti ruang lingkup, tugas maupun tanggungjawab dalam suatu organisasi di bidang periklanan khususnya.
Adalah Agus S. madjadikara dalam bukunya “Bagaimana Biro Iklan Memproduksi Iklan” yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2004 yang menuliskan struktur Organisasi Perusahaan Periklanan ini. Dalam bukunya tersebut ia mengatakan bahwa Organisasi di biro iklan dibagi menjadi empat departemen, antara lain departemen kreatif,departemen layanan klien, departemen media serta departemen research dan monitoring, selain empat departemen tersebut juga terdapat dua subdepartemen, yaitu subdepartemen traffic dan subdepartemen produksi.
Dijelaskan oleh Agus S. Madjadikara kurang lebihnya sebagai berikut :
Departemen Kreatif (Creative Departement)
Departemen ini dipimpin oleh creative director. Departemen kreatif sering disebut sebagai “dapurnya” periklanan. Di dalamnya terdapat Copywritter (keahlian menulis), Art Director (keahlian menggambar atau merancang tata letak atau layout iklan). Art Director harus memiliki pengetahuan atau berlatar belakang pendidikan rancang grafis (Graphic Design). Profesi dengan keahlian menggambar ini sering disebut Visualizer.
Copywritter dan Art Director merupakan tim yangbekerja di bawah Creative Director.
Departemen Layanan Klien (Client Service Departement)
Dalam bahasa Inggris disebut juga Account Service Departement. Di dalamnya terdapat Account Executive, Account Supervisor, Account Director berada. Ada juga perusahaan yang menggunakan istilah account manager yang fungsinya (dilihat dari arti katanya) mestinya lebih bersifat administratif daripada operasional.
Departemen Media (Media Departement)
Inilah departemen yang mengevaluasi, merencanakan dan memilih di media apa, kapan, dan berapa sering pesan iklan itu harus dimuat atau dipasang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Di departemen ini terdapat Media Planner, Media Buyer, dan Media Director atau Media Manager. Mereka bersama-sama Account Director dan Creative Director merancang dan menentukan media strategy. Departemen media ini sesungguhnya merupakan profit center bagi biro iklan, sehingga ada biro iklan yang menjadikan departemen ini sebagai badan usaha yang terpisah dan berdiri sendiri.
Departemen Recearch dan Monitoring
Tidak banyak biro iklan di Indonesia yang memiliki departemen ini. Biasanya mereka meminta bantuan pihak ketiga untuk melakukan riset dan monitoring bagi upaya kampanye periklanannya. Ini bisa dipahami karena biaya untuk pekerjaan riset dan pemantauan (monitoring) ini tergolong mahal dan sistem kerjanya menggunakan metodologi yang melibatkan sumber daya manusia yang terlatih secara khusus.
Subdepartemen traffic (Traffic Departement)
Bagian ini mengatur lalu lintas pekerjaan dari Client Service Departement ke Creative Departement. Di samping itu, Traffic bersama Creative Director harus mampu membagi beban pekerjaan secara merata kepada setiap petugas di Creative Departement, sedapat mungkin sesuai kemampuan dan bakat orangnya. Traffic pula yang melakukan pencatatan dengan memberi nomor setiap pekerjaan yang dipesan klien melalui Clien Service. Pencatatan ini ada hubungannya dengan harga setiap pekerjaan yang dikerjakan oleh Creative maupun oleh pihak ketiga (supplier) yang nantinya harus ditagih kepada klien.
Subdepartemen Produksi (Production Departement)
Bagian produksi ada kalanya berada di bawah Departemen keuangan (Finance Departement). Tugasnya tentu saja sebagai kepanjangan tangan dari Departemen Kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar